Ingin merasakan bagaimana serunya menerjang ombak waktu naik perahu tradisional? Atau senorkeling di laut lepas sambil melihat terumbu karang dan ikan-ikan berbagai jenis berenang bebas? Yuk ikuti keseruan rihlah Kopontren DT ke Pulau Tidung.

Alhamdulillah Tim DT Mice and Tour diberikan amanah untuk mendampingi  tim Kopontren Daarut Tauhiid yang berjumlah 55 orang dalam rihlah tersebut. Oh ya, Pulau Tidung sendiri merupakan satu gugusan pulau yang terdapat di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.  

Perjalanan dimulai pada 25 Mei 2016 pukul 01:00 dini hari dari komplek Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dengan menggunakan bus. Walau berat menahan ngatuk tapi nggak mengurangi antusiame para peserta loh. Mereka tampak bersemangat mengikuti rihah ini.

Perjalanan ditempuh selama 3,5 jam menuju Jakarta. Sekitar jam 4:30 bus tiba di area Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Para peserta disambut suasana laut yang tenang dan aktifitas para nelayan di lepas pantai. Lampu-lampu tampak berkerlipan dari perahu-perahu yang sedang mencari ikan di kejauhan.

Tapi lain ceritanya saat hari sudah terang. Setelah Shalat Subuh dan Sarapan, rombongan memasuki kawasan pelabuhan. Suansana sangat ramai oleh para wisatawan. Pengalaman menarik terutama yang kali pertama mengunjungi pelabuhan, karena berjajar sejumlah kapal berbagai jenis dan ukuran bersandar di galangan. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh para santri karya tersebut untuk sejenak berselfie dan wefie ria.

Sekitar jam 07:30 romobongan menaiki kapal motor tradisional dua lantai. Menurut awak kapal, meski terbuat dari kayu kapal itu bisa memuat sampai 400 penupang loh. Kebayangkan, gimana banyaknya orang dalam kapal itu. Tapi tenang, kondisinya tetep nyaman kok. Selain terdapat dua lantai, tersedia juga fasilitas umum seperti toilet. Buat yang nggak kuat nahan panas, boleh masuk di dalam kapal. Tinggal duduk manis dan sampai tujuan. Tapi buat yang ingin merasakan pengalaman baru gimana serunya naik kapal, bisa duduk di bagian luar. Karena dari sini kita disuguhi pemandangan gugusan pulau di sekitar kepulauan seribu seperti Onrust dan Kelor nan eksotis, serta hamparan laut yang luas. Dengan begitu waktu tempuh selama 2,5 sampai 3 jam nggak lagi kerasa bikin bete.

Sekitar jam 11:00 romongan sampai di pelabuhan khusus Pulau Tidung. Walau panas melanda perjalanan harus tetap berlanjut. Rombongan berjalan menyusuri jalanan selebar gang menuju penginapan. Menarik sekali karena di kiri kanan jalan itu terdapat para penjual sovenir aneka jenis. Tapi tenang dulu. Tahan hasrat belanja. Karena sekarang belum waktunya buat beli oleh-oleh.

Setelah check in di penginapan, istirahat, Shalat Dzuhur dan Makan siang, petualanganpun dimulai. Pada jam 13:00 tim Mice and Tour mengajak rombongan untuk senorkeling sebagai destinasi wisata pertama. Sangat mengasikan waktu sama sama naik sepeda menuju pelabuhan khusus, sebelum menaiki perahu menuju lokasi snorkeling.

Dalam perahu keseruan bertambah. Kita bisa melihat ikan-ikan di balik air laut yang berwarna biru jernih. Kadang ikan-ikan tersebut dalam jumlah besar dan bergerombol kadang dalam jumlah sedikit namun dengan warna yang cantik dan mencolok.

Memakan waktu sekitar 30 menit, rombongan tiba di laut lepas. Sebelum terjun ke laut, faktor keselamat perlu diperhatikan. Pelampung dan kaca mata menyelam (google) wajib dipakai. Tak juga untuk memerhatikan pengarahan keselamatan snorkeling dari pemandu setempat.

Begitu menceburkan diri, woow, tampaklah suasana dalam laut yang mungkin bagi sebagian orang hanya dapat di lihat melalui TV. Sejumlah ikan berbagai jenis dan warna serta terumbu karang berada amat dekat dengan kita. Kondisi laut yang tak dalam (bahkan pada beberapa bagian dapat menjejakkan kaki) membuat para peserta tambah antusias untuk menjelajah laut. Area snorkeling ini amat salah satu spot yang istagramable. Laik bila foto yang diambil di area itu untuk diupload ke akun isntagram sahabat. Saking asyiknya menikmati suasana bawah laut, tak terasa waktupun berlalu selama 1 jam.
Kembali naik ke perahu, walau capek melanda tapi gak bikin mood ngedown. Petualanganpun berlanjut ke kawasan Jembatan Cinta yang menjadi ikon pulau tidung. Jembatan sepanjang 800 meter ini berfungsi buat menghubungkan pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Dari puncaknya yang berbentuk cembung pengunjung bisa menyaksikan sunset dan sunrise.

Sampai di lokasi, kesempatan ini nggak disia-siakan oleh rombongan. Secara tempatnya juga sama, istagramable banget. Mereka memanfaatkan momen itu buat menikmati keindahan laut yang biru sambil berfoto ria. Sebelumnya para santri karya ditantang buat naik banana boat dan donat boat di area pantai dekat Jempatan Cinta. Permainan yang menantang adrenaline tapi tetap seru dan asyik. Mereka bisa merasakan sensasi naik perahu karet berbentuk pisang dan donat yang di tarik speed boat dalam kecepatan tinggi, yang kemudian perahu karet dibalikan dibalikan. Hal itu bikin ketawa peserta yang lain.

Sekitar jam 17:00 peserta kembali ke penginapan. Selesai shalat Magrib dan makan malam, kegiatan berlanjut dengan aktifitas lebih santai. Disajikan hidangan ikan laut segar dalam acara barbeque night. Ikan yang disajikan diantaranya ikan sotong, cumi, udang ditambah dengan sosis. Tujuan diadakannya barbeque night ini adalah untuk menambah keakraban antar santri karya.

Hari ke dua 26 Mei 2016, it’s shoping time. Sepanjang jalan menuju jembatan cinta dari arah penginapan seperti dikatakan di atas, banyak sekali kios kios penjual sovenir, seperti kaos, hiasan, makanan dan lain lain. Harganya juga bersaing. Rombongan dipersilahkan untuk belanja oleh-oleh. Selain itu mereka juga dibebaskan menjelajah. Tak lebih dari satu jam, pulau seluar 109 hektar ini dapat disusuri tiap sisinya hanya dengan bersepeda. Kita bisa menyaksikan kehidupan warga pulau yang kebanyakan adalah nelayan, pedagang dan pengusaha menengah. Amat senang melihat anak anak pulau yang pergi ke sekolah dengan bersepeda beramai ramai. Mengingatkan sejenak pada film laskar pelangi.

Pada pukul 10:00, setelah berkemas rombongan bersiap untuk kembali menuju Pelabuhan Muara Angke dan pulang ke Bandung. Mengunjungi Pulau Tidung menjadi pengalaman tersendiri. Semoga bukan untuk kali pertama Tim DT Mice and Tour mendampingi rombongan Kopontren Daarut Tauhiid, serta mendapat kesempatan kembali untuk bersama melaksanan  rihlan di lain waktu.